Monday, October 15, 2018

PENGERTIAN ADAPTASI DAN EVOLUSI

Adaptasi merupakan sifat yang di kendalikan secara genetik yang membantu organ atau individu untuk dapat hidup dan berkembang biak sesuia ddengan lingkungan habitatnya. organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:

Bantu blog ini untuk tetap eksis dengan KLIK DISINI
  •  memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  •  mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  •  mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  •  bereproduksi.
  •  merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisologi, dan adaptasi tingkah laku.
Evolusi merupakan seleksi alam terhadap faktor genetik yang memakan waktu yang lama. Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasiorganisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Bantu blog ini untuk tetap eksis dengan KLIK DISINI

Sunday, October 14, 2018

SEJARAH EKOLOGI

Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos (rumah) dan logos (ilmu). Istilah ekologi diperkenalkan oleh Ernst Haecckel (1866) dengan pengertian: Ekologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari seluk beluk ekonomi alam, sesuatu kajian mengenai hubungan anorganik serta lingkungan organik di sekitarnya yang kemudian pengertian ini diperluas, yang umumnya tertera dalam berbagai kamus dan ensiklopedia, menjadi kajian mengenai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu Ekologi ini berkembang sekitar tahun 1800-an. Ekologi ini sangat berhubungan erat dengan beberapa faktor, yaitu: habitat, relung, adaptasi, evolusi, konsep relung atau niche, suksesiprimer, faktor pembatas.
Ekologi terbagi menjadi 3 apabila dilihat dari variasi produktifitasnya yaitu ekologi laut tropis, ekologi laut subtropis dan ekologi laut kutub. Negara kita sendiri Indonesia adalah termasuk kedalam ekologi laut tropis yang mendapat sinar matahari sepanjang tahun sehingga menyebabkan mengalami 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Keadaan yang sedemikian ternyata memberi keuntungan karena produktifitas konstan terjadi sepanjang tahun. Berbeda dengan laut subtropics yang hanya mengalami produktifitas tinggi pada musim semi. Apalagi laut kutub yang masa produktifitasnya pendek disebabkan oleh sedikitnya cahaya yang diterima pada daerah ini.
Ekologi laut tropis erat hubungannya dengan lingkungan hidup bahari. Di bagian dunia yang memiliki iklim tropis, matahari bersinar terus-menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim: hujan dan kemarau), yang mengakibatkan produksi fitoplankton berada pada kondisi optimal dan konstan sepanjang tahun. Pada lingkungan hidup bahari Laut merupakan penghubung, bagian bumi yang merupakan sumber bahan makanan untuk melengkapi bahan makanan dari daratan juga sumber mineral, energy fosil (minyakbumi) yang banyak didapatkan dilepas pantai, sumber energi tidal dan memiliki keanekaragaram yang sangat tinggi, khususnya dilaut tropik: terumbu karang, mangrove.

Wednesday, July 11, 2018

5 Fungsi Enzim HCL yang Wajib Diketahui


Lambung adalah salah satu organ pencernaan manusia yang berfungsi sebagai mencerna makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Di dalam lambung terdapat 3 jenis enzim yaitu fungsi enzim renin, enzim pepsin dan enzim HCL. Ketiga enzim ini memiliki peranan yang berbeda – beda. Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai fungsi enzim HCL. Berikut ini penjelasan dari fungsi enzim HCL yang perlu anda ketahui.

1. Mengaktifkan Enzim

Enzim yang diaktifkan pada enzim HCL adalah enzim pepsinogen menjadi pepsin. Enzim pepsin berfungsi adalah mengubah protein menjadi pepton. Cara kerja enzim HCL untuk mengubah enzim pepsinogen menjadi pepsin dengan cara pengaturan pH pada tubuh. Pada kondisi normal, asam lambung seseorang akan memiliki ph sekitar 7.3 sampai dengan 7.5. Fungsi enzim HCL akan bekerja dalam membantu enzim pepsinogen menjadi pepsi apabila pH asam lambung berada dalam jumlah 1.8 sampai dengan 3.5. Ketika pH tidak mencapai jumlah yang diharapkan maka kerja enzim pepsinogen menjadi pepsin dalam memecah protein tidak bisa.

2. Membunuh Kuman
Kuman yang dapat dihancurkan oleh enzim HCL adalah kuman yang tidak tahan dengan kondisi asam. Kuman yang masuk dalam bagian – bagian lambung sebenarnya berasal dari makanan yang anda konsumsi. Untuk menghilangkan kuman tersebut maka enzim HCL bekerja.

3. Perbaiki Asam Lambung
Perbaikan asam lambung oleh enzim HCL terjadi apabila ada suplemen HCL yang terpakai. Proses pemakaian suplemen HCL ini perlu dilakukan hati – hati karena dosisnya dapat merusak lambung. Sebelum suplemen HCL bekerja, sebenarnya ada suplementasi lain yang bekerja untuk meragsang produksi asam lambung oleh sel tubuh yaitu suplementasi seng.

4. Bahan Penghasil Energi
Siapa sangka kalau asam lambung bisa menjadi enzim yang menghasilkan energi. Proses menghasilkan energi dari enzim HCL berasal dari hasil pencernaan dari Sukrosa. Pencernaan sukrosa akan berlanjut menjadi glukosa. Selain itu hasil energi diperoleh lagi dari pencernaan yang dihasilkan maltase. Maltase mencerna maltosa dan merubahnya menjadi 2 molekul glukosa.

5. Mencerna Makanan
Banyaknya jumlah asam lambung yang dihasilkan dari enzim HCL dipengaruhi oleh jumlah makanan yang masuk. Jika seseorang makan dalam jumlah yang banyak maka produksi enzim HCL akan lebih banyak sehingga makanan mudah dicerna. Selanjutnya, seseorang yang makan dalam jumlah yang sedikit maka akan memproduksi enzim HCL dalam jumlah sedikit sehingga jumlah enzim HCL tidak mengakibatkan sekresi yang berlebihan.

Penyakit yang Berhubungan dengan Fungsi Enzim HCL
Manfaat jenis jenis enzim pada lambung salah satunya enzim hcl sudah anda ketahui. Ternyata enzim hcl memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Namun pada sebagian orang ada yang tidak menjaga kondisi lambung tentunya memiliki kemungkinan untuk mengalami kelainan pada fungsi enzim hcl pada lambung mereka. Berikut ini penyakit yang berhubungan dengan fungsi enzim hcl yang perlu anda ketahui.

1. Hypochlorhyrdia
Hypochlorhydia adalah penyakit yang menyebabkan produksi asam lambung rendah. Pada penderitanya, hypochlorhyrdia dapat menimbulkan gejala dan tanda seperti kembung, kram, jerawat, eksim, kulit kering dan kusam, anemia, asma dan rambut rontok. Tanpa disadari orang yang menderita penyakit ini dipengaruhi oleh adanya stres kronis, infeksi H. Pylori, makan rendah nutrisi dan makan terlalu cepat.

2. Asam Lambung Tinggi
Penyakit asam lambung tinggi adalah produksi asam lambung (enzim hcl) berlebihan. Seseorang yang mengalami asam lambung tinggi biasanya akan mengalami gejala dan tanda seperti mual, lambung sakit, kulit kusam demam dan rambut rontok. Penyebab seseorang bisa memiliki kelainan ini karena kekurangan minum air, kecanduan diet yang tidak sehat, dan perut kembung.

Demikian informasi yang dapat Kata Biologikuu sampaikan. Semoga dapat menambah pengetahuan anda tentang fungsi enzim HCL. Simak terus pembahasan menarik dari dosen biologi mengenai materi menarik kami. Sampai jumpa dipertemuan selanjutnya.

sumber : https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-enzim-hcl

Tuesday, July 10, 2018

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan

Klorofil atau dalam bahasa Inggris disebut chlorophyll adalah pigmen hijau yang dimiliki berbagai organisme dan menjadi salah satu molekul yang berperan utama dalam fotosintesis (proses membuat dan mengolah makanan yang dilakukan tumbuhan dengan bantuan air, karbondioksida, dan energi dari sinar matahari).

Fungsi Klorofil
Klorofil terletak pada sel sel tanaman yang disebut kloroplas. Di tempat inilah pigmen hijau menyerap cahaya dan juga sekaligus lokasi terjadinya proses fotosintesis secara singkat. Klorofil dan fotosintesis adalah sesuatu yang sangat berhubungan sebab klorofil amat penting untuk proses fotosintesis itu sendiri. Berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi klorofil bagi tumbuhan :
  • Memberi warna hijau pada daun tumbuhan hijau, alga hijau, dan beberapa jenis bakteri fotosintetik sehingga disebut juga sebagai zat hijau daun. Molekul klorofil menyerap cahaya merah, biru, dan ungu serta memantulkan warna hijau kekuningan, sehingga warna inilah yang diterima oleh mata manusia.
  • Tumbuhan membutuhkan air, karbondiksida, cahaya, dan tentunya klorofil. Cahaya dapat berupa sinar matahari atau cahaya lampu jika mencukupi.
  • Klorofil akan mengubah cahaya matahari tersebut menjadi energi dengan cara menyerapnya dan meneruskan serta mengolah ke tempat terjadinya fotosintesis (mesofil) bersama dengan bahan lainnya yaitu karbondioksida dan air. Disini peran cahaya dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman sangat penting. Dari proses tersebut akan menghasilkan reaksi kimia berupa gula dan oksigen.
  • Karbondioksida diubah klorofil menjadi karbohidrat untuk menyediakan dasar energi bagi ekosistem secara keseluruhan, klorofil juga membuat gula (glukosa) yang merupakan pusat produksi pangan dari sel sel tanaman. Selain itu, dalam proses ini juga terjadi penciptaan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh beragam makhluk lain (hewan dan manusia) untuk menjaga kelangsungan hidup.
  • Klorofil memiliki peran penting agar tumbuhan darat mampu membuat makanannya sendiri dengan menyerap energi dari sinar matahari menjadi energi kimia sehingga menjadi organisme autotrof (organisme yang mampu membuat makanan sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari).
  • Klrofil mirip seperti hemoglobin yang terdapat dalam darah manusia yakni mengangkut oksigen dan menyebarkan ke seluruh bagian tumbuhan.
  • Tanpa klorofil, fungsi fotosintesis tidak akan berjalan efektif sebab sinar matahari yang dipantulkan oleh daun harus diserap terlebih dahulu, dan hanya klorofil yang mampu melaksanakannya dalam proses tersebut. Dalam proses fotosintesis pada tumbuhan juga diperlukan berbagai senyawa kimia yang berasal dari sinar matahari yang telah diolah, proses tersebut juga dilakukan oleh klorofil melalui pigmen pigmen yang dimilikinya.
  • Glukosa yang dibentuk oleh klorofil yang berfungsi sebagai sumber energi utama akan mempengaruhi terbentuknya sumber energi lemak dan protein pula, oleh sebab itulah klorofil amat penting untuk proses fotosintesis yang merupakan sumber makanan bagi hewan dan manusia.
  • Klorofil berperan dalam membersihkan udara sebab ia menyerap karbondiokisa dan menciptakan oksigen sehingga seringkali kita dengar menanam pohon dapat membersihkan lingkungan.
  • Dengan adanya proses fotosintesis dengan pemeran utama klorofil seperti yang telah dijelaskan di atas, membuat sisa sisa tumbuhan ikut tertimbun di dalam tanah, jika tertimbun dalam waktu lama akan menjadi batu bara yang merupakan bahan baku dan sumber energi pada kehidupan modern.
Demikian penjelasan mengenai fungsi klorofil bagi tumbuhan, dapat diambil kesimpulan bahwa Klorofil berfungsi sebagai dasar untuk mempertahankan proses kehidupan pada semua jenis tanaman. Semoga bermanfaat bagi sobat semua dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel kali ini ya sobat.

sumber :https://dosenbiologi.com/tumbuhan/fungsi-klorofil

Monday, July 9, 2018

Ciri Ciri Daun Dikotil dan Monokotil


Berdasarkan jenisnya, contoh tumbuhan angiospermae atau yang lebih dikenal sebagai tumbuhan biji tertutup ini memiliki 2 jenis. Kedua jenis tersebut adalah tumbuhan dikotil dan monokotil. Seperti yang anda semua ketahui contoh tumbuhan dikotil dan monokotil dapat dengan mudah ditemukan. Sayangnya, sebagian orang masih ada yang bingung bagaimana cara membedakan contoh tumbuhan dikotil dan monokotil terutama pada bagian daunnya. Untuk menjawab permasalah tersebut, dosen biologi ada solusinya, berikut ini ciri ciri daun dikotil dan monokotil yang bisa anda ketahui.

1. Letak Daun Dikotil dan Monokotil

Daun adalah bagian tumbuhan yang berbentuk lembaran dan biasanya berwarna hijau. Letak daun dikotil dengan monokotil berbeda. Pada daun dikotil, daun dapat dengan mudah ditemukan di daging daun (mesofil). Mesofil adalah jaringan yang terdiri dari jaringan parenkim yang tersusun dari palisade dan spons. Pada bagian daun jaringan parenkim disebut sebagai jaringan pengisi. Disebut sebagai jaringan pengisi karena terdapat vakuola yang berisi air sehingga membuat daun berisi. Selain itu berfungsi supaya daun dapat tersokong, mudah menyimpan cadangan makanan dan sebagai tempat proses fotosintesis.

2. Daun Terdiferensiasi Pada Dikotil
Maksud dari daun terdiferensiasi pada dikotil adalah bagian daun tumbuhan dikotil memiliki fungsi yang lebih spesifik dan tentunya antara bagian daun satu yang lain saling melengkapi. Daun tumbuhan dikotil terdiferensiasi menjadi 2 bagian yaitu palisade dan spons. Sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak ada diferensiasi. Fungsi dari palisade dan spons pada daun tumbuhan dikotil sebenarnya ada. Palisade berfungsi membuat makanan karena terdapat banyak kloroplas yang bentuknya silinder dan rapat. Spons berfungsi bagian daun pada dikotil yang berfungsi untuk bernafas sehingga proses keluar masuknya udara terjadi pada bagian ini.

3. Bentuk Daun Dikotil Menyirip dan Monokotil Sejajar
Selain letak dan struktur dan fungsi jaringan daun, ternyata bentuk daun dikotil dan monokotil berbeda. bentuk daun dikotil lebih cenderung menyirip. Artinya bentuk daun dikotil menyirip adalah daun terbagi menjadi beberapa ujung daun sehingga bagian daun seperti bentuk menjari. Dengan demikian bentuk daun monokotil dikatakan sejajar karena bagian ujung daun hanya terdapat 1 ujung daun saja. Tentunya mudah bukan membedakan daun dikotil dan monokotil dari segi bentuknya?

4. Jaringan Pengangkut Daun Berbeda
Jaringan pengangkut seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah jaringan yang terdiri dari xilem dan floem. Pada bagian daun sebenarnya jaringan pengangkut ada. Perbedaannya dapat terlihat apabila anda melihatnya dari jenis tumbuhan dikotil dan monokotil. Perlu diketahui bahwa jaringan pengangkut bisa ada di daun tergantung dari pertulangan daun dikotil dan monokotil. Oleh karena sistem pertulangan daun dikotil lebih menyirip maka jaringan pengangkut terdapat pada beberapa bagian ujung daun sedangkan pada daun monokotil karena bentuknya sejajar jadi hanya pada bagian itu saja.

Contoh Daun Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Setelah anda mengetahui ciri ciri daun dikotil dan monokotil untuk lebih mudah memahaminya anda perlu mengetahui bagaimana contoh daun tumbuhan dikotil dan monokotil. Apakah sesuai dengan ciri ciri daun dikotil dan monokotil yang sudah disampaikan sebelumnya. Supaya anda lebih mudah yuk disimak selengkapnya contoh daun tumbuhan dikotil dan monokotil yang mudah ditemukan dalam kehidupan anda sehari-hari.

1. Singkong
Siapa yang tidak mengenal singkong. Singkong sendiri merupakan tanaman yang sering dibudidaya oleh petani karena tumbuhan umbi ini dapat dengan mudah tumbuh pada beberapa lahan. Tentunya anda sudah tahu bukan bentuk daun dari singkong seperti apa ?. Ya, benar daun singkong bentuknya menjari, sehingga tumbuhan ini termasuk dalam contoh tumbuhan berkeping dua yaitu dikotil.

2. Mangga
Selanjutnya adalah mangga, tanaman ini terkenal karena manis dan asam pada rasa buahnya. Itu pun tergantung dari jenis mangga yang dicoba, karena beberapa mangga ada yang menghasilkan rasa manis dan asam. Bentuk daun mangga adalah sejajar, selain itu daun mangga berbentuk bulat telur dan ujungnya runcing seperti mata tombak. Dengan bentuk yang sedemikian rupa, maka mangga termasuk dalam kelompok contoh tumbuhan berkeping satu yaitu monokotil.

Demikian informasi yang bisa Kata Biologiku sampaikan mengenai ciri ciri daun dikotil dan monokotil. Semoga anda sekalian lebih mudah memahami satu ciri dari tumbuhan dikotil dan monokotil.

Sumber : https://dosenbiologi.com/tumbuhan/ciri-ciri-daun-dikotil-dan-monokotil

CABANG-CABANG ILMU BIOLOGI

Pernahkan anda mendengar mengenai ilmu biologi ? tentunya sudah tidak asing lagi dengan ilmu biologi, bahkan sejak kita duduk di bangku SD ilmu biologi sudah bisa kita pelajari. Pengertian dari ilmu biologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan  dengan makhluk hidup, dan pembahasannya pun masih berkaitan dengan makhluk hidup serta hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ilmu biologi mempunyai beberapa cabang ilmu biologi yang akan mempelajari cabang-cabang ilmu biologi yang berkaitan dengan makhluk hidup dan kehidupannya yang bisa di bedakan untuk pembagian ilmu biologi yang sedang dipelajari.

Berikut adalah cabang-cabang ilmu biologi :

Nama Cabang Keterangan
Aerobiologi Ilmu biologi yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara
Agroforestri Ilmu biologi yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang menggabungkan kegiatan pengelolaan hutan
Agronomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Anatomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
Algologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang alga
Andrologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang macam hormon serta kelainan pada reproduksi pria
Anatomi perbandingan Ilmu biologi yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup
Angiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit pada sistem peredaran darah
Anestesiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggunaan anestesi
Apiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang lebah dan termasuk dengan ternak lebah
Antropologi biologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian biologi dan budaya tentang keanekaragaman manusia, perilaku, sejarah, evolusi manusia dan perbandingan anatomi
Artrologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi atau penyakit dalam sendi
Arachnologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang laba-laba
Astrobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan yang akan terjadi di masa depan
Antropodologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan antropoda
Batrakologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang amphibian
Bakteriologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang bakteri
Bioinformatika Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan teknik komputasional yang digunakan untuk mengelola dan menganalisis tentang informasi biologis
Biofarmaka Ilmu biologi yang mempelajari tentang budidaya tanaman obat
Biologi evolusioner Ilmu biologi yang mempelajari tentang asal usul spesies yang memiliki nenek moyang yang sama
Biologi air tawar Ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan dan ekosistem habitat air tawar
Biologi kelautan Ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan di laut beserta interaksinya dengan lingkungan
Biologi Integratif Ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme secaya keseluruhan dengan cara fokus antarmuka diantara biologi dan fisika, kimia, pencitraan, teknik, dan informatika
Biologi kuantum Ilmu biologi yang mempelajari tentang aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya
Biologi konservasi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pelestarian, perlindungan dan restorasi lingkunga alam, vegetasi, ekosistem alami, dan satwa liar
Biologi molekuler Ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
Biologi lingkungan Ilmu biologi yang mempelajari tentang lingkungan beserta permasalahan dan solusinya
Biologi perkembangan Ilmu biologi yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organisme
Biologi pembangunan Ilmu biologi yang mempelajari tentang lingkungan hidup dalam keruangan
Biologi psikologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaruh timbal balik diantara bidang psikologis dan biologi terhadap satu sama lain
Biologi populasi Ilmu biologi yang mempelajari tentang populasi organisme yang terutama pengaturan jumlah populasi , ciri-ciri sejarah kehidupan populasi dan kepunahannya
Biologi sintesis Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggabungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologi baru dan sistem yang tidak bisa ditemukan di alam
Biologi reproduksi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangbiakan
Biofisika Ilmu biologi yang mempelajari tentang aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena hayati atau biologi
Biokimia Ilmu biologi yang mempelajari tentang kimia makhluk hidup
Biomatematika Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian kuantitatif dari proses biologis dengan penekanan dan pemodelan
Biogeografi Ilmu biologi yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati yang berdasarkan ruang dan waktu
Bionik Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapab metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan sistem desain rekayasa serta teknologi modern
Biomekanika Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis
Bioteknologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
Biostatistika Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan ilmu statistika dalam ilmu biologi
Bryologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang bryophyte
Botani Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan
Conchologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kulit moluska
Cetologi Ilmu biolologi yang mempelajari tentang cetacean
Dendrologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pohon ataupun tumbuhan berkayu lainnya seperti semak
Dermatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kulit dan penyakitnya
Dendrokonologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang analisis cincin lingkaran tahunan yang terdapat pada batang ysng berkambium
Ekologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
Ekofisiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi di lingkungannya
Ekologi molekuler Ilmu biologi yang mempelajari tentang ekologi pada tingkat molekul
Embriologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan embrio
Entomologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang serangga
Endokrinologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hormone
Epigenetik Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya
Epidemiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penularan penyakit
Etnobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan yang dinamis diantara manusia, biota dan lingkungannya
Epizoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit menuluar yang tedapat pada hewan
Etnozoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan manusia dengan hewan
Etnobotani Ilmu biologi yang mempelajari tentang manusia dengan tumbuhan
Eugenetika Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Etologi Ilmu biologi nyang mempelajari tentang perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme dan faktor-faktor penyebabnya
Enzimologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang enzim
Evolusi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan makhluk hidup yang terjadi dalam jangka panjang
Fenologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaurh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme
Farmakologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang obat-obatan, interaksi dan efeknya pada tubuh manusia
Filogeni Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan daiatra kelompok-kelompok organisme yang berkaitan dengan proses evolusi
Fikologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang alga
Fisioterapi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan dan gangguan otak
Fisiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi kerja tubuh
Florikultura Ilmu biologi yang mempelajari tentang segala hal mengenai tanaman hias
Fitopatologi Ilmbu biologi yang mempelajari tentang penyakit tumbuhan yang diakibatkan oleh serangan patogen maupun ketersediaan hara
Genetika Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Gastrologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang saluran pencernaan yang umumnya pada lambung dan usus
Genetika Evolusioner Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi dari pewarisan sifat makhluk hidup
Genetika ekologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang genetika dan ciri-ciri ekologi
Geobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggabungan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organinsme dengan lingkungannya
Genetika kuntitatif Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembahaan pewarisan sifat-sifat terukur
Geriatri Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit dari manusia yang sudah memiliki umur usia lanjut
Genetika Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembahasan transmisi bahan genetik pada ranah populasi
Gerontologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang berbagia aspek mengenai penuaan yang melalui psikologis, biologis, ekonomi, sosial, kesehatan, dan lingkungan
Genetika kuantitatif Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat-sifat terukur yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
Genetika molekuler Ilmu biologi yang mepelajari tentang bahan genetik dan ekspresi genetik pada ranah polusi
Ginekologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina, ovarium)
Genetika populasi Ilmu biologi yang mempelajari tentang transmisi bahan genetik pada ranah populasi
Helminthologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang cacing
Genomika Ilmu biologi yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu dari suatu organisme atau virus
Herbakronologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang analisis cincin pertumbuhan tahunan dalam xylem akan sekuder tanaman herbaceous
Hematologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang darah, seperti organ pembentuk darah, dan penyakitnya
Histologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang jaringan
Herpetologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang reptilia dan amphibi seperti ular dan kadal
Higiene Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
Histopatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kondisi serta fungsi jaringan dan hubungannya dalam penyakit
Holtikultura lanskap Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembahasan khusus pemanfaatan tanaman holtikutura
Holtikultura Ilmu biologi yang mempelajari tentang budidaya tanaman dimulai dari proses penanaman sampai pasca panen
Ilmu gulma Ilmu biologi yang mempelajari tentang gulma, perilakunya, serta pengendaliannya
Ikhtiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang ikan
Ilmu kedokteran forensik Ilmu biologi yang mempelajari tentang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hokum
Ilmu kedaruratan medis Ilmu biologi yang mempelajari tentang pertolongan pertama pada suatu penyakit
Ilmu kedokteran hewan Ilmu biologi yang mempelajari tentang yang menerapak prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan
Ilmu kedokteran gigi Ilmu yang mempelajari tentang pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut tanpa dilakukannya pembedahan
Ilmu kesehatan masyarakat Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemeliharaan, perlindungan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat
Ilmu kedokteran molekuler Ilmu biologi yang mempelajari tentang tingkat molekul
Ilmu produksi ternak Ilmu biologi yang mempelajari tentang perawatan, perlindungan, pada hewan ternak dengan benar dalam rangka mengingkatkan kualitas pada produk ternak
Ilmu pemuliaan Ilmu biologi yang mempelajari tentang kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam pemeliharaan hewan dan tumbuhan serta untuk menjaga kemurnian galur atau ras dan memperbaiki produksi atau kualitasnya yang melalui penerapan genetika
Imunohematologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang golongan darah
Ilmu teknologi enzim Ilmu biologi yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim
Imunoserologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang identifikasi terhadap antibodi, mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi dan investigasi masalah kekebalan tubuh
Imunologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang sistem kekebalan imun tubuh
Kardiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
Informatika kedokteran Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan
Ladistika Ilmu biologi yang mempelajari tentang metode klasisfikasi ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang beserta keturunannya
Karsinologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang crustacean
Kriobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang bahan dan sistem biologis denggan suhu yang dibawah normal
Klimatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang gambaran dan penjelasan sifat iklim
Kronobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fenomena dalah makhluk hidup secara periodik dan adaptasi terhadap ritme bulan dan matahari
Kriptozoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pecarian keberadaan hewan yang belum terbukti
Limnologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang rawa
Likenologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang lumut
Mamologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang mammalia
Malakologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang moluska
Metabolomika Ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk enzimatik yang terjadi di dalam sel
Mellisopalinologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari
Mikrobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme mikro
Mikobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur
Miologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang otot
Mirmekologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang rayap
Mikrobiologi kedokteran Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembelajaran mikroorganisme yang termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi kedokteran yang bisa menimbulkan penyakit
Nasofaringologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang nasofaring
Morfologi Imlu biologi yang mempelajari tentang bentuk atau luar ciri organisme
Nefrologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi dan penyakit ginjal
Nematologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang nematoda
Neuroethologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kebiasaan hewan dan saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut
Neufarmakologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang narkoba yang dapat mempengaruhi fungsi seluler di dalam sistem syaraf
Neurosains Ilmu biologi yang mempelajari tentang sistem saraf atau sistem neuron
Neurologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penanganan penyimpanan pada sistem saraf
Nosologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
Neurosains evolusioner Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf
Obstetri Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan tentang persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya
Nutrisi Ilmu biologi yang mmpelajari tentang penyediaan nahan yang diperlukan untuk mendukung kehidupan sel dan organisme
Oftalmologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang mata
Olerikultura Ilmu biologi yang mempelajari tentang segala hal tentang sayur
Ontogeni Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dimulai dari zigot sampai tumbuh menjadi dewasa
Onkologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kanker serta cara pencegahannya
Organologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ
Ornitologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang burung
Ortodonti Ilmu biologi yang mempelajari tentang ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, perkembangan, dan bentuk wajah yang mempengaruhi oklusi gigi dsn fungsi organ sekitarnya
Ortopedi Ilmu biologi yang mempelajari tentang cedera yang sudah akut, kronis  dan trauma serta gangguan lainnnya pada system muskuloskeletel
Osteologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang tulang
Oseanografi Ilmu biologi yang mempelajari tentang laut seperti kehidupan laut, geografi, cuaca, lingkungan dan aspek yang lainnya yang mempengaruhi laut
Otologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang telinga dan kelainan yang terjadi pada telinga serta operasi mikro pada telinga
Otolaringologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian diagonosis dan pengobatan penyakit pada telinga, tenggorokan, hidung, kepala dan leher
Paleobotani Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan masa lampau
Palentologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fosil
Palinologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang polimomorf yang ada saat ini beserta fosilnya seperti serbuk sari, sepura, dinoflagelata, acritarchs, kista, chitinizoa, dan scolecodont dan bersama dengan partikel organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan
Paleozoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan purba
Patologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit
Parasitologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang parasit
Patologi klinik Ilmu biologi yang mempelajari tentang kelainan yang terjadi pada fungsi organ  atau sistem organ lainnya
Patologi anatomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kelainan struktur miksroskopik dan maksroskopik berbagai organ serta jaringan lainnya yang disebabkan oleh penyakit
Penelitian biomedis Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian dasar, terapan atau translasi yang digunakan untuk membantu serta mendukung dalam bidang kedokteran
Pediatri Ilmu biologi yang mempelajari tentang masalah penyakit pada bayi dan anak
Periodonti Ilmu biologi yang mempelajari tentang aspek klinis serta jaringan yang mendukung gigi
Perinatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan janin dalam kandungan serta kesehatan bayi yang baru lahir
Pomologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hortikultura segala hal mengenai buah
Planktologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang plankton
Proktologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang gangguan pada rektum, usus besar dan anus
Primatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang primate
Protozoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang protozoa
Proteomika ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian secara molekuler terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen yang berada di dalam sel
Pteridologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan paku
Psikiatri Ilmu biologi yang mempelajari tentang kedokteran jiwa
Radiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang melihat bagian tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geloombang
Pulmonologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang paru-paru
Rekayasa genetika Ilmu biologi yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
Reumatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang diagnosis dan terapi kondisi penyakit yang mempengaruhi otot, sendi dan tulang
Rodentiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang rodentia
Rematologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang diagnosis dan terapi penyakit rematik
Sanitasi Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
Sitologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang sel
Sindesmologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi
Simbiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan simbiosis dengan makhluk hidupnya
Stomatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang mulut beserta penyakit-penyakit di dalam mulut
Sosiobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perilaku sosial dan menjelaskan serta memeriksa perilaku sosial dan konteks tersebut
Teknik biokimia Imu biologi yang mempelajari tentang kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang ikut melibatkan agen biologi
Taksonomi Ilmu biologi yang memplajari tentang sistemnatika makhluk hidup
Teratologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan formasi dari jaringan, sel dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiolofi dan biokimia
Teknik biomedis Ilmu biologi yang mempelajari tentang prinsip teknis untuk praktek kedokteran
Toksikologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemahaman pengaruh-pengaruh bahan kimia yang akan merugikan bagi organisme hidup
Toksikogenomik Ilmu biologi yang mempelajari tentang interpretasi, pengumpulan, dan penyimpanan informasi gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu untuk menanggapi zat beracun
Traumatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang luka, terapi bedah serta perbaikan kerusakannya
Transkiptomika Ilmu biologi yang mempelajari tentang produk transkripsi secara keseluruhan
Vereonologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit menular seksual
Urologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik masih kecil maupun sudah dewasa dan organ reproduksi pada pria
Viscerologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ dalam
Virologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus
zoologi Ilmu biologin yang mempelajari tentang hewan
Xenobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengetahuan spekulatif mengenai adanya makhluk hidup selain di bumi
Zoosemiotik Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan antar hewan
Zoologi perbandingan Ilmu biologi yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan antar hewan
Splanologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ-organ internal
Biogenering Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian ilmiah yang menggunakan prinsip-prinsip biologi dan tekhnik rekayasa untuk dapat menghasilkan produk yang bermanfaat.
Protistologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang protista yaitu organisme yang bersel satu
Mastologi Ilmu biologi yang mempelajari tentangpenelitian ilmiah payudara
Bioklimatologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaruh adanya iklim di seluruh dunia pada seluruh makhluk hidup di dunia.