Wednesday, April 11, 2018

Klasifikasi Sagu (Metroxylon sagu)

Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas        : Arecidae
Ordo                : Arecales
Famili              : Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus             : Metroxylon
Spesies           : Metroxylon sagu .
Ciri-ciri Habitus:
            Ukuran batang sagu berbeda-beda, tergantung dan jenis, umur dan lingkungan atau habitat pertumbuhannya. Pada umur 3-11 tahun tinggi batang bebas daun sekitar 3 – 16 m, bahkan dapat mencapai 20 m. Sagu memiliki batang tertinggi pada umur panen, yakni 11 tahun ke atas.
Sagu memiliki daun menyirip, menyerupai daun kelapa yang tumbuh pada tangkai daun. Sagu yang tumbuh pada tanah liat dengan penyinaran yang baik pada umur dewasa memiliki 18 tangkai daun yang panjangnya sekitar 5-7 m. Dalam setiap tangkai terdapat Sekitar 50 pasang daun yang panjangnya bervariasi antara 60-180 cm, dan lebarnya sekitar 5 cm. Sagu yang masih muda memiliki tangkai daun yang lebih sedikit jumlahnya yaitu 12-15 buah.
Bunga sagu merupakan bunga majemuk yang keluar dan ujung atau puncak batang sagu, berwarna merah kecoklat-coklatan seperti karat. Bunga sagu bercabang banyak seperti tanduk rusa yang terdiri dan cabang-cabang primer, sekunder dan cabang tersier. Pada cabang tersier terdapat sepasang bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan mengeluarkan tepung sari sebelum bunga betina terbuka
Buah sagu berbentuk bulat menyerupai buah salak dan mengandung biji fertil. Waktu antara bunga mulai muncul sampai fase pembentukan buah diduga berlangsung sekitar 2 tahun.

Tuesday, April 10, 2018

Klasifikasi Tanaman Singkong,

Nama Ilmiah singkong adalah Manihot utilissima. Singkong merupakan tanaman yang dapat tumbuh di mana saja. Bahkan ada yang mengatakan bahwa selama batang singkong menyentuh tanah, maka pasti akan tumbuh tunas. Singkong banyak di jumpai di daerah pedesaan dan di tanam di tanah kritis yang biasanya tidak mungkin bisa di tanami oleh tanaman lain. Singkong memiliki banyak nama di seluruh belahan dunia. Namun akan di kenal oleh siapa saja jika di sebutkan nama latinnya. Berikut ini adalah nama latin singkong dan nama-nama tradisional singkong di beberapa tempat di seluruh dunia.

Klasifikasi tumbuhan
Kingdom
Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Class
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Class
Rosidae
Ordo
Euphorbiales
Famili
Euphorbiaceae
Genus
Manihot
Spesies
Manihot esculenta Crantz
Sinonim
Manihot utilissima
       
Nama-nama singkong di berbagai tempat di Indonesia, antara lain adalah:
Bahasa Indonesia: Singkong, Ketela pohon
Inggris: Cassava, tapioca plant
Sumatera: ubi kayu
Pilipina: Kamoteng kahoy
Jawa: Pohong, Budin
Prancis: Manioc
Sunda: Sampek, boled,

Papua: Kaspe


Singkong merupakan serbaguna. Selain digunakan sebagai makanan pokok di beberapa tempat di Indonesia, singkong juga merupakan bahan baku industri. Oleh karena itu nilai ekonomis singkong sangat tinggi meski harganya rendah. Singkong dapat menjadi bahan baku industri rumah tangga, sebagai bahan baku banyak makanan dan kue-kue tradisional seperti cenil, tiwul, keripik, lemet, getuk, dll. Selain itu dapat juga di gunakan sebagai bahan baku industri seperti sebagai bahan untuk membuat pati tapioka, tepung tapioka, bioetanol, dll. Cara budidaya singkong mudah dan bisa di budidayakan di mana saja. Untuk mengetahui cara bertanam singkong silah kunjungi halaman ini.

Monday, April 9, 2018

Ikan Kembung Perempuan (Scomber neglectus)

Ikan Kembung Perempuan (Scomber neglectus) mempunyai klasifikasi yaitu: kelas Pisces, sub kelas Teleostei, ordo Scombriformes, genus scomber dan Spesies Scomber negletus(SAANIN, 1984).
Ikan kembung perempuan(Scomber neglectus) termasuk ke dalam Ordo Percomorphi.Warna tubuh bagian atas kekuning-kunungan dan pada bagian ventral berwarna kuning keemasan.Yang membedakan kembung perempuanfengan kembung jantan adalah kalau ada kembung laki-laki terdapat bintik-bintik hitam pada bagian dorsalnya sedangkan pada bagian dorsal kembung perempuan tidak ada.Selain tubuhnya lebih gemuk dari pada ikan kembung laki-laki.Habitat kembung perempuan adalah pada air laut(Saanin,1984)
Ikan ini memiliki bentuk tubuh seperti torpedo dengan panjang tubuh serta hidup di sekitar dasar perairan dan permukaan perairan laut, tergolong ikan pelagis yang mengkehendaki perairan bersalinitas tinggi, suka hidup secara bergerombol baik diperairan pantai maupun dilepas pantai. Kebiasaan makanannya adalah memakan plankton besar atau kasar, copepoda dan crustacea (KRISWANTORO dan SUNYOTO,1986).
Ciri lain dari morfologi ikan kembung Perempuan ini adalah memiliki sirip ekor bercagak dua dan lekukkan dari cagak tersebut dimulai dekat pangkalnya. Pangkal sirip ekor bentuknya bulat kecil. Jari-jari lunak dari sirip ekor bercabang pada pangkalnya. Di belakang sirip punggung dan dubur, terdapat sirip-sirp tambahan yang kecil (DJUHANDA, 1981).
Warna pada tubuh ikan mempunyai banyak fungsi, (LAGLER et al., 1977)mengelompokkan fungsi-fungsi tersebut dalam tiga hal yaitu untuk persembunyian, penyamaran dan pemberitahuan. Jenis warna persembunyian
meliputi pemiripan warna secara umum, pemiripan warna secara berubah, pemudaran warna, pewarnaan terpecah dan pewarnaan terpecah koinsiden.
Ikan Kembung Perempuan (Scomber neglectus) memiliki bentuk tubuh seperti torpedo dengan panjang tubuh serta hidup disekitar dasar perairan dan permukaan perairan laut, tergolong ikan pelagis yang menghendaki perairan bersalinitas tinggi, suka hidup secara bergerombol baik diperairan pantai maupun di lepas pantai. Kebiasaan makanannya adalah memakan plankton besar atau kasar, copepoda dan crustacea (KRISWANTORO dan SUNYOTO,1986).
Menurut TIM IKHTIOLOGI (1989), warna yang terdapat pada tubuh ikan tersebut disebabkan oleh adanya schemachrome (karena konfigurasi fisik) dan juga disebabkan oleh biochrome (pigmen pembawa warna). Warna kuning yang terdapat pada ikan ini disebabkan karena adanya pigmen chromolipoid, warna putih atau keperak-perakan yang terdapat pada tubuh bagian bawah dipengaruhi oleh pigmen purin, sedangkan warna kebiru-biruan pada bagian atas linnea lateralisnya disebabkan karena pengaruh pigmen pembawa warna yaitu pigmen indigoid.